Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Dua Petani Mendapat Tindak Kriminalisasi, Aliansi Petani Parapa Bersatu Gelar Unjuk Rasa !

SulbarPoint.com - Dua orang sosok Petani di Parapa, Desa Rappang, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat kembali mendapat tindak...

SulbarPoint.com - Dua orang sosok Petani di Parapa, Desa Rappang, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat kembali mendapat tindak kriminalisasi.


Salmia (52) dan Pinda (65) kembali mendapat tindak kriminalisasi. Keduanya dituduh menyerobot sawah yang telah di kelola keluarganya sejak turun temurun.

Mulanya kedua petani ini kerap dilaporkan berulang kali sejak 2006, 2012, 2013 dan pada tahun 2016 keduanya kembali dilaporkan ke Polisi.

Meski dilaporkan berulang kali dan sempat dijadikan tersangka. Proses hukum sempat terhenti karena alat bukti yang tidak cukup kuat.

Melihat proses hukum yang kesannya dipaksakan itu, Aliansi Petani Parapa menggalang aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri dan Polres Polman, Rabu (24/6/2020).

Ratusan warga dan petani yang ikut dalam aksi menuntut dihentikannya proses hukum yang terkesan dipaksakan.

Sementara itu Penasehat Hukum Aliansi Petani Parapa dari Lembaga Batuan Hukum (LBH-Makassar), Ady Nugraha Pratama mengatakan pada dasarnya kasus ini dimensinya bukan pidana melainkan perdata.

"Penyidik yang memeriksa perkara ini tidak mempertimbangkan aspek keperdataan (Kepemilikan) terlebih dahulu yang belum selesai," ungkapnya.

Aksi yang dimulai sejak Pukul 09.00 WITA itu diakhiri dengan pembacaan tuntutan Aliansi Petani Parapa Bersatu, sebagai berikut ;

1. Meminta penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Polman) menghentikan proses hukum karena kasus ini bukanlah sebuah tindak pidana).
2. Hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap petani Parapa, Salmia dan Pinda.
3. Hentikan diskriminasi hukum terhadap petani Parapa.
4. Berikan kepastian hukum atas tanah Petani Parapa.

Tidak ada komentar