Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

3 Warga Hanyut Ke Sungai Mapilli Lantaran Hindari Pengerebekan Sabung Ayam di Desa Botto

Polewali Mandar, PointSulbar.com - Jumlah korban yang hilang diduga tenggelam di Sungai Mapilli karena menghindari polisi yang menggerebek ...

Polewali Mandar, PointSulbar.com - Jumlah korban yang hilang diduga tenggelam di Sungai Mapilli karena menghindari polisi yang menggerebek arena perjudian sabung ayam bertambah satu orang. Hingga saat ini total 3 warga diperkirakan telah hanyut oleh arus sungai.



Penggerebekan itu terjadi di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (25/5/20) siang. Akibat penggerebekan itu, sejumlah orang takut dan melompat ke sungai.

Sekarang ada tambahan korban baru bernama Asrar alias Aco (19 tahun), warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli yang diduga oleh keluarga telah tenggelam karena sampai sekarang ia belum kembali ke rumah. Sebelumnya, korban ditemukan berada di arena perjudian sabung ayam yang digerebek oleh polisi.

"Tidak pasti apakah dia (Asrar) menghilang karena dia melompat ke sungai atau tidak, tetapi sampai sekarang dia belum kembali ke rumah, meskipun dia juga di lokasi sabung yang digerebek," keluarga korban, Pakci, kepada wartawan ketika dihubungi.

Menurut Pakci, kecurigaan terhadap korban yang hilang diperkuat oleh kesaksian seorang warga, yang mengaku telah memasuki sungai untuk membantu seorang pria. Pakci mengatakan seorang penduduk telah mencoba untuk membantu tetapi gagal karena ia tidak dapat menahan aliran sungai yang deras.

"Sebelumnya ada warga yang mengaku telah mencoba menolong seorang lelaki yang tersapu. Memang wajahnya tidak jelas, tetapi menurutnya lelaki yang akan ditolong itu memakai arloji, ternyata korban yang hilang juga mengenakan sebuah arloji, "katanya.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kepala Desa Segerang Andi Ahmad membenarkan jumlah orang yang hilang sambil menghindari penggerebekan polisi di arena perjudian sabung ayam menjadi tiga orang.

"Benar bahwa sampai sekarang ada tiga orang yang dilaporkan hilang, dua di antaranya telah dikonfirmasi tenggelam berdasarkan kesaksian para saksi, sementara yang lain belum mengetahui keberadaannya, kemungkinan juga tenggelam," katanya.

Andi berharap angka itu tidak akan terus bertambah. Dia mengatakan ketika penggerebekan banyak warga dilaporkan bertekad untuk melompat ke sungai karena takut ditangkap oleh polisi.

"Mudah-mudahan tidak ada korban lain, karena menurut informasi ini ada banyak warga yang melarikan diri dengan melompat ke sungai ketika polisi menggerebeknya," katanya.

Setelah kejadian itu, belasan warga bersama dengan polisi Polman Polman dan Bhabinsa Koramil 1042-02 Wonomulyo, segera mencari di Sungai Mapilli untuk menemukan ketiga korban. Penyisiran yang berlangsung hingga tengah malam dilakukan dengan menggunakan perahu tradisional.

"Pencarian malam ini belum membuahkan hasil, Insya Allah, kami akan melanjutkan pada hari Selasa, Basarnas Sulawesi Barat juga telah berangkat ke sini untuk membantu kami mengucurkan korban. Semoga semuanya dapat ditemukan segera," pungkas Andi Ahmad.

Dilaporkan sebelumnya, dua warga masing-masing bernama Hasanuddin (45 tahun) warga Desa Segerang, Distrik Mapilli, dan Saparuddin (40 Tahun), warga Desa Baru, Kabupaten Luyo, menghilang karena putus asa melompat ke sungai, sambil menghindari polisi yang melakukan penggerebekan di arena perjudian sabung ayam.

Peristiwa itu diketahui, ketika sejumlah warga Desa Segerang melihat mereka berdua hanyut di Sungai Mapilli. Para korban diduga kelelahan ketika mencoba menyeberangi sungai Mapilli, yang memiliki lebar 120 meter dengan kedalaman 4 meter. Terlebih pada saat kejadian, kondisi sungai pun deras mengalir.

Tidak ada komentar