Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Berita Terkini

latest

Mantap Tawwa ! 48 Perusahaan Pembiayaan Bersama OJK Kasi Keringanan Cicilan Selama 1 Tahun

SULBARPOINT.COM -- Sebanyak 48 perusahaan pembiayaan (multi finance) telah memberikan relaksasi penundaan pembayaran pinjaman kepada pelan...

SULBARPOINT.COM -- Sebanyak 48 perusahaan pembiayaan (multi finance) telah memberikan relaksasi penundaan pembayaran pinjaman kepada pelanggan. Penundaan pembayaran diberikan sesuai dengan instruksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengurangi tekanan ekonomi akibat penyebaran pandemi virus korona (covid-19).



Asosiasi Jasa Keuangan Indonesia (APPI) menyatakan bahwa perusahaan adalah anggota resmi asosiasi dan terdaftar secara resmi di OJK. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu khawatir dan bisa langsung mengusulkan relaksasi sesuai dengan ketentuan yang disepakati dengan masing-masing perusahaan.
"Kami, dari APPI, bersama dengan anggota perusahaan keuangan, menawarkan restrukturisasi kepada pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat dari penyebaran virus korona," kata Ketua APPI Suwandi Wiratno seperti dikutip pada Sabtu (4/4).
FIF Group, sebuah perusahaan pembiayaan yang memberikan pernyataan relaksasi bahwa pelanggan dapat segera mengusulkan relaksasi kepada manajemen. Pengajuan dapat melalui situs web resmi, pusat panggilan, nomor Whatsapp perusahaan, untuk datang langsung ke kantor cabang FIF Group jika memungkinkan.
"Penurunan jumlah angsuran melalui perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku bunga dan solusi lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan ketentuan Grup FIF," kata manajemen perusahaan.
Begitu pula dengan WOM Finance. Perusahaan mengklaim siap untuk memberikan relaksasi sesuai dengan peraturan yang berlaku di FSA dan perjanjian antara perusahaan dan pelanggan.
"Pemenuhan kewajiban pelanggan di luar ketentuan terus berjalan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (tidak dibayar atau ditunda hingga satu tahun). Kami meminta untuk terus melakukan pembayaran cicilan tepat waktu sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Ini adalah untuk menghindari dedan dan Pemeriksaan BI, "kata manajemen WOM Finance.
Sementara CSUL Finance memberlakukan beberapa ketentuan bagi pelanggan yang akan mendapatkan relaksasi penundaan pembayaran. Misalnya terkait dengan kepemilikan jaminan untuk pembiayaan yang diberikan kepada pelanggan.
"Restrukturisasi (keringanan) dapat disetujui jika jaminan kendaraan atau jaminan lainnya masih dimiliki oleh Bapak / Ibu sesuai dengan perjanjian pembiayaan dan pemenuhan kondisi lain yang ditentukan oleh CSUL Finance," tulis manajemen CSUL Finance.
Begitu juga dengan Bussan Auto Finance (BAF). Perusahaan menyatakan bahwa relaksasi hanya dapat diberikan selama pelanggan tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 ketika pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama virus korona di negara tersebut.
"Untuk konsumen BAF yang tidak terpengaruh oleh wabah virus korona, terus lakukan pembayaran angsuran sesuai dengan perjanjian untuk menghindari sanksi dan catatan negatif dalam Sistem Pelaporan Informasi Keuangan (SILK)," jelas manajemen BAF
Berikut beberapa perusahaan pembiayaan lain yang turut memberlakukan kebijakan relaksasi bagi nasabah terdampak tekanan ekonomi akibat penyebaran virus corona. Mulai dari Mandiri Tunas Finance, ACC, Aditama Finance, AEON Credit Service, Al Ijarah Indonesia Finance, ABC Finance, Armada Finance, BCA Finance, BCA Multifinance, Beta Inti Finance, BFI Finance, BRI Finance, Buana Finance, hingga Bukopin Finance.

Kemudian, Capella Multidana, CIMB Niaga Finance, Citifin Multi Finance, Danasupra Erapasific, Hasjrat Multifinance, Indomobil Finance, Indosurya Finance, Intan Baruprana Finance, ITC Auto Multi Finance, Maybank Finance, Mandiri Utama Finance, Multindo Auto Finance, dan MNC Leasing.

Lalu, Rama Multi Finance, Pro Car International Finance, Wuling Finance, Smart Multi Finance, Amanah Finance, Dana Andalan, Asiatic Multifinance, dan Buana Sejahtera Multifinance. Selanjutnya, Cat Financial, Kredit Plus, IFS Capital Indonesia, Mega Finance, MNC Finance, Saison Modern Indonesia, Sinarmas Hana Finance, Sinar Mas Multifinance, dan Suzuki Finance Indonesia.

Tidak ada komentar