Type something and hit enter

author photo
By On
INDONESIANpoint - LSM LAMDES (Lembaga Advokasi Masyarakat Desa) menilai bahwa target ORI Sulbar hingga 90 persen penyelesaian permasalahan di Sulbar dinilai agak tidak relevan dengan realitas yang terjadi.

Foto ilustrasi ketika Pengurus LAMDES berdiskusi dengan Salah satu Wakil Ketua DPR Provinsi Sulbar

"Ada beberapa laporan dan kasus yang telah kami masukkan bahkan sampai hari ini belum ada kejelasan penyelesaiannya", Tutur Subaer selaku anggota LSM Lamdes"

Selain tidak relevan, LSM Lamdes juga menilai bahwa ORI Sulbar cenderung kurang cekatan dalam menyelesaikan setiap laporan yang masuk, terbukti bahwa selain dari Lamdes beberapa teman-teman LSM juga mengeluhkan hal yang sama.

"Beberapa Tahun lalu kita masih sangat ingat teman-teman LSM se-Sulbar sempat mengeluarkan Mosi Tidak Percaya pada ORI Sulbar, Hal ini harusnya bisa menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pejabat ORI Sulbar, bukannya lalu mengulang kembali kesalahan yang telah terjadi" Tutur Suardi Selaku Sekjend LSM Lamdes"

Beberapa kasus yang masih dalam penanganan ORI Sulbar yakni diantaranya adalah Kasus pemberhentian aparat Desa yang ada di Polewali Mandar dan sampai saat ini juga tak ada LAHP (Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan). 

"Kemarin kami sempat ditembuskan surat LAHP pertama yang berisi bahwa akan menindak lanjuti ketasan Desa dalam Hal ini Pemda Polewali Mandar untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Namun Hinga saat ini kurang lebih 60 Hari lamanya tak ada satupun kejelasan akan penyelesaian tersebut, dan ini juga akan menambah daftar panjang dari beberapa persoalan yang ada di Desa.

"Ini justru akan lebih mempersulit Desa dalam kerja-kerjanya sampai saat ini, dari sejak dilantiknya kepala Desa baru di Tahun 2019 hingga akhir Tahun ini kami menemukan banyak sekali Desa yang tidak bisa bekerja dengan maksimal hanya karena persoalan Aparat Desa yang tak kunjung terselesaikan" Tutup Suardi saat ditemui di Markas LSM Lamdes Polewali Mandar.

Seluruh pengurus Lamdes masih menunggu niat baik ORI Sulbar untuk segera memperjelas mengenai penyelesaian Kasus Aparat Desa yang telah kami Advokasi.